Wednesday, 8 February 2017

RANGKUMAN BIOLOGI KELAS XI SEMESTER 2


Setiap makhluk hidup memerlukan makanan. Makanan adalah segala sesuatu yang dapat dikonsumsi dan mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Makanan haruslah bergizi dan higienis. Fungsi makanan adalah sebagai sumber energi, sebagai pembangun tubuh, dan sebagai pelindung tubuh. Di dalam makanan terkandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan air. Beberapa makanan juga mengandung zat adiktif yang cenderung berbahaya bagi kesehatan.
Makanan harus melalui tahap pencernaan terlebih dahulu sebelum dapat diserap dan digunakan oleh tubuh. Sistem pencernaan pada manusia terdiri dari:
  1. Mulut yang merupakan tempat masuknya makanan ke dalam tubuh dan tempat makanan dicerna secara mekanik (dengan gigi) dan secara kimiawi (dengan enzim ptialin). Di dalam mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Fungsi gigi adalah untuk menghancurkan makanan. Fungsi lidah adalah sebagai indera pengecap dan untuk membantu menelan. Sedangkan fungsi kelenjar ludah adalah menghasilkan ludah (saliva) yang mengandung enzim amilase atau ptialin yang berfungsi mengubah amilum (polisakarida) menjadi maltosa.
  2. Kerongkongan adalah penghubung antara mulut dan lambung. Gerakan makanan di dalam kerongkongan disebut gerak peristalsis.
  3. Lambung adalah bagian yang berfungsi mengubah makanan menjadi bubur dan mencerna makanan dengan bantuan enzim renin, enzim pepsin, dan asam klorida. Fungsi renin adalah untuk mengubah kaseinogen menjadi kasein. Fungsi pepsin adalah untuk mengubah protein menjadi peptida. Sedangkan fungsi asam klorida adalah untuk membunuh bakteri yang terdapat pada makanan.
  4. Pankreas adalah kelenjar yang menghasilkan getah pankreas.
  5. Hati (liver) berfungsi untuk mengekskresikan empedu yang berfungsi untuk mengemulsi lemak supaya lebih mudah dicerna dan diserap.
  6. Usus halus berfungsi untuk menyerap sari-sari makanan.
  7. Usus besar berfungsi untuk menyerap air dan garam mineral. Di dalam usus besar juga terdapat bakteri E.coli yang berfungsi untuk membusukkan sisa-sisa makanan.
  8. Anus adalah tempat pengeluaran sisa-sisa hasil pencernaan.
Beberapa gangguan dan penyakit pada sistem pencernaan pada manusia antara lain gastritis (maag), konstipasi (sembelit), pankreasitis, diare, dan flatus.
Sistem pencernaan pada hewan memiliki struktur yang hampir mirip dengan sistem pencernaan pada manusia. Berikut adalah beberapa contoh struktur sistem pencernaan pada beberapa jenis hewan:
  1. Sistem pencernaan pada hewan memamah biak terdiri dari mulut, kerongkongan, rumen (perut besar), retikulum (perut jala), omasum (perut kitab), abomasum (perut masam), usus halus, usus besar, rektum, dan anus.
  2. Sistem pencernaan pada burung terdiri dari mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, kantung empedu, usus halus, usus besar, dan kloaka.
  3. Sistem pencernaan pada reptil terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan kloaka.
  4. Sistem pencernaan pada amfibi terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan kloaka.
  5. Sistem pencernaan pada ikan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus.
  6. Sistem pencernaan pada cacing tanah terdiri dari mulut, kerongkongan, tembolok, empedal, usus, dan anus.

2. Sistem Pernapasan
Oksigen sangat penting bagi makhluk hidup untuk membantuk merombak makanan di dalam tubuh. Oksigen dapat diperoleh melalui proses pernapasan yang disebut respirasi. Sistem pernapasan pada manusia terdiri dari:
  1. Hidung adalah pintu masuk udara ke dalam tubuh.
  2. Laring adalah persimpangan antara tenggorokan dan kerongkongan.
  3. Tenggorokan adalah penghubung antara laring dengan paru-paru.
  4. Bronkus adalah saluran bercabang dua yang menuju masing-masing bagian paru-paru.
  5. Paru-paru adalah organ pernapasan yang paling utama. Paru-paru terdiri dari jutaan alveolus yang merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara paru-paru dan darah.
Pernapasan dapat terjadi secara disadari maupun tidak disadari. Proses pernapasan terdiri dari dua siklus yaitu inspirasi (memasukan udara) dan ekspirasi (mengeluarkan udara). Mekanisme pernapasan dapat dibagi menjadi dua yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pada orang dewasa, volume total paru-paru berkisar antara 5 sampai 5 liter. Frekuensi pernapasan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya umur, jenis kelamin, suhu tubuh, dan aktivitas tubuh.
Oksigen dapat berpindah dari alveolus menuju sel darah merah dengan proses difusi. Kemudian oksigen akan dialirkan ke sel-sel tubuh. Oksigen dibutuhkan untuk proses respirasi di mitokondria pada sel yang kemudian menghasilkan energi berupa ATP. Hasil respirasi adalah karbon dioksida dan menuju ke alveolus melalui difusi kemudian dikeluarkan dari tubuh.
Beberapa gangguan dan penyakit pada sistem pernapasan pada manusia antara lain faringitis, pneumonia, emfisema paru-paru, asma, dipteri, asfiksi, tuberkulosis, hipoksia, asidosis, dan sianosis.
Sistem pernapasan pada hewan memiliki struktur yang sedikit berbeda. Berikut adalah beberapa contoh sistem pernapasan pada beberapa hewan:
  1. Sistem pernapasan pada porifera dan coelenterata dilakukan secara difusi langsung melalui membran sel.
  2. Sistem pernapasan pada cacing disebut pernapasan integumenter yang dilakukan secara difusi oleh permukaan kulit yang selalu lembap
  3. Sistem pernapasan pada sebagian besar serangga menggunakan alat pernapasan berupa pembuluh trakea.
  4. Sistem pernapasan pada ikan menggunakan insang.
  5. Sistem pernapasan pada katak menggunakan insang ketika masih berupa berudu sedangkan katak dewasa bernapas dengan paru-paru ketika di darat dan menggunakan kulit ketika di air.
  6. Sistem pernapasan pada reptil menggunakan paru-paru.
  7. Sistem pernapasan pada burung menggunakan paru-paru namun tidak memiliki alveolus melainkan parabronki (pembuluh-pembuluh udara). Respirasi saat terbang menggunakan kantung udara sedangkan saat istirahat menggunakan paru-paru.

3. Sistem Ekskresi
Ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme dalam tubuh dengan tujuan supaya kesetimbangan tubuh terjaga. Sistem ekskresi pada manusia terdiri dari ginjal, kulit, hati, dan paru-paru.
Ginjal manusia terletak di rongga perut. Fungsi ginjal adalah untuk mengekskresikan zat-zat dengan kadar berlebih dan racun/kotoran yang ada di dalam darah. Ginjal terdiri dari 3 bagian yaitu korteks, medula, dan pelvis. Penyaringan darah dilakukan di setiap nefron. Pada nefron terdapat glomerulus, tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus. Proses penyaringan darah terdiri dari filtrasi, rebsorpsi, dan augmentasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan urin adalah hormon antidiuretik (ADH), hormon insulin, dan jumlah air yang diminum. Gangguan dan penyakit pada ginjal termasuk gagal ginjal, nefritis, diabetes insipidus, diabetes melitus, albuminaria, dan kencing batu.
Paru-paru selain sebagai bagian dari sistem pernapasan juga merupakan bagian dari sistem ekskresi karena mengeluarkan karbon dioksida dan uap air.
Hati merupakan salah satu alat ekskresi pada manusia karena mengekskresikan empedu. Empedu berasal dari hasil perombakan hemoglobin eritrosit yang sudah tua.
Kulit mengekskresikan keringat yang berfungsi untuk mendinginkan tubuh. Keringat keluar saat suhu lingkungan panas atau ketika sedang mengerjakan kegiatan yang membutuhkan banyak gerakan.
Sistem ekskresi pada vertebrata terdiri dari ginjal namun memiliki perbedaan dengan ginjal manusia yaitu struktur dan fungsinya. Ikan memiliki sepasang ginjal yang memanjang dan berwarna kemerah-merahan yang disebut opistonefros. Katak juga memiliki sepasang opistonefros. Reptil memiliki ginjal yang disebut metanefros. Sedangkan alat ekskresi pada burung terdiri dari ginjal (metanefros), paru-paru, dan kulit.
Sistem ekskresi pada invertebrata tergolong sederhana. Sistem ekskresi pada cacing pipih berupa pembuluh bercabang-cabang yang memanjang pada bagian samping kiri dan kanan di sepanjang tubuhnya. Sistem ekskresi cacing tanah memiliki sepasang ginjal (nefridium) di setiap segmen kecuali pada tiga segmen pertama dan terakhir. Sistem ekskresi pada serangga berupa tubula atau pembuluh malpighi.

4. Sistem Koordinasi
Sistem koordinasi adalah organ dan sistem organ yang bekerja sama secara efisien. Sistem koordinasi terdiri dari sistem saraf, sistem indera, dan sistem hormon.
Sistem saraf pada manusia tersusun atas neuron dan neuroglia. Fungsi sistem saraf adalah untuk menerima rangsang (impuls) dan kemudian menanggapi rangsang tersebut. Setiap neuron (sel saraf) terdiri dari beberapa bagian yaitu badan sel, dendrit, akson (neurit), selubung mielin, dan nodus ranvier. Sel saraf dibagi menjadi tiga macam yaitu neuron sensorik, neuron motorik, dan neuron penghubung. Impuls mengalir melalui sel saraf karena terdapat perbedaan potensial listrik yang disebut polarisasi. Kemudian impuls disalurkan ke sel saraf lain melalui sinapsis. Kelainan, gangguan, dan penyakit pada sistem saraf antara lain penyakit parkinson, alzheimer, epilepsi, dan stroke.
Sistem saraf pusat pada manusia terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak, sumsum lanjutan, dan sumsum tulang belakang. Otak mengatur gerak sadar, sumsum lanjutan mengatur gerak tak sadar (denyut jantung, tekanan darah, pusat pernapasan, dll), sedangkan sumsum tulang belakang mengatur gerak refleks. Sistem saraf tepi terdiri dari saraf simpatik dan parasimpatik.
Berikut adalah beberapa contoh sistem saraf pada beberapa hewan vertebrata:
  1. Sistem saraf pada ikan berupa otak yang terdiri dari otak besar, otak tengah, otak kecil, dan sumsum lajutan (medula oblongata).
  2. Sistem saraf pada amfibi terdiri dari otak.
  3. Sistem saraf pada burung terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang.
Sistem saraf pada invertebrata masih sangat sederhana. Berikut adalah contoh sistem saraf pada beberapa hewan invertebrata:
  1. Sistem saraf pada cacing pipih terdiri dari dua ganglia yang terletak di daerah kepala.
  2. Sistem saraf pada cacing tanah disebut sistem saraf tangga tali yang terdiri dari dua buah ganglion otak dan sebuah serabut saraf.
  3. Sistem saraf pada serangga berupa sistem saraf tangga tali yang terdiri dari serabut saraf yang memanjang di bagian bawah tubuhnya.
Indera adalah reseptor yang bertugas untuk mengenali lingkungan dan memberi respon terhadap segala perubahan rangsangan yang terjadi pada lingkungan tersebut. Sistem indera pada manusia disebut panca indra yang terdiri dari kulit (indera peraba dan perasa), lidah (indera pengecap), hidung (indera pembau), telinga (indera pendengaran), dan mata (indra penglihatan).
Berikut adalah beberapa contoh keistimewaan sistem indera pada hewan vertebrata:
  1. Indera ikan terdiri dari gurat sisi (reseptor perubahan tekanan air), mata, alat pendengaran, dan alat pembau.
  2. Amfibi memiliki mata dengan selaput tidur yang disebut membran niktitans.
  3. Reptil memiliki indera pembau yang tajam.
  4. Burung memiliki indera penglihatan yang baik.
Sistem indera pada hewan invertebrata masih sangat sederhana. Berikut adalah beberapa contoh sistem indera pada invertebrata:
  1. Cacing pipih memliki sepasang bintik mata yang sangat peka terhadap cahaya.
  2. Cacing tanah memiliki reseptor cahaya di permukaan tubuhnya yang hanya dapat membedakan gelap dan terang. Cacing tanah sangat peka terhadap sentuhan, zat-zat kimia, dan suhu.
  3. Serangga memiliki indera penglihatan berupa mata tunggal (oseli) dan/atau mata majemuk (mata faset).
Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Fungsi hormon adalah untuk mengatur proses metabolisme, reproduksi, pertumbuhan, dan perkembangan. Kelenjar endokrin terdiri dari beberapa macam seperti kelenjar hopofisis (pituitari), kelenjar tiroid (kelenjar gondok), kelenjar paratiroid (kelenjar anak gondok), kelenjar langerhans, kelenjar suprarenalis (adrenal/anak ginjal), kelenjar pankreas, ovarium, testis, dan plasenta.
Hormon yang dihasilkan hewan vertebrata hampir sama dengan manusia. Serangga menghasilkan hormon otak, hormon ekdison, dan hormon juvenil. Beberapa jenis hewan menghasilkan feromon.

5. Sistem Reproduksi
Sistem reproduksi pada manusia berbeda sesuai jenis kelaminnya. Pria menghasilkan sperma sedangkan wanita menghasilkan sel telur (ovum)
Sistem reproduksi pria terdiri dari penis, skrotum, testis, epididimis, vas deferens, duktus ejakulatoris, dan uretra. Alat kelamin pria menghasilkan sperma yang dihasilkan di dalam testis. Proses pembentukan sperma disebut spermatogenesis. Proses pembentukan sperma membutuhkan stimulasi dari beberapa jenis hormon seperti testosteron, LH (Luteinizing Hormone), FSH (Follicle Stimulating Hormone), estrogen, dan hormon pertumbuhan.
Sistem reproduksi wanita terdiri dari vulva, oviduk, ovarium, tuba fallopi, labium, uterus, kelentit, dan vagina. Alat kelamin wanita menghasilkan ovum (sel telur) yang dihasilkan di ovarium. Proses pembentukan ovum disebut oogenesis yang berasal dari sel oogonium. Menstruasi terjadi karena ovum yang dilepaskan tidak dibuahi sehingga terjadi peluruhan dinding rahim (endometrium). Fase menstruasi ada 4 yaitu fase menstruasi, fase praovulasi, fase ovulasi, dan fase pascaovulasi.
Fertilisasi adalah proses peleburan antara ovum dengan sperma yang kemudian membentuk zigot. Zigot akan membelah terus-menerus sehingga menjadi embrio. Embrio memperoleh makanan melalui plasenta.
Penyakit pada sistem reproduksi pada manusia antara lain AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), sifilis, gonorhoea, kandidiasis, dan klamidiasis.
Sistem reproduksi pada vertebrata terjadi secara seksual baik melalui fertilisasi internal maupun fertilisasi eksternal. Berikut adalah beberapa contoh sistem reproduksi pada hewan vertebrata:
  1. Reproduksi pada ikan terjadi secara eksternal dan ovipar (bertelur).
  2. Reproduksi pada amfibi terjadi secara eksternal, ovipar, dan mengalami metamorfosis.
  3. Reproduksi pada reptil terjadi secara internal yang umumnya ovipar.
  4. Reproduksi pada burung terjadi secara internal dan ovipar.
  5. Reproduksi pada mamalia terjadi secara internal dan vivipar (melahirkan).
Sedangkan reproduksi pada invertebrata ada yang terjadi secara aseksual (contoh: fragmentasi, pertunasan, dan pertenogenesis) dan ada juga yang terjadi secara seksual yakni dengan proses fertilisasi.

6. Sistem Imun
Sistem imun adalah sistem pertahanan tubuh atau sistem kekebalan tubuh yang melindungi tubuh dari infeksi atau penyakit. Sistem imun pada manusia terdiri dari dua jenis yaitu pertahanan tubuh alami dan pertahanan tubuh oleh sel darah putih.
Pertahanan tubuh alami terdiri dari empat mekanisme yaitu pertahanan fisik (contoh: air mata, minyak, dan mukus), pertahanan mekanik (contoh: rambut hidung), pertahanan kimia (contoh: zat kimia yang ada pada air mata, mukus, air liur, dan keringat), dan pertahanan biologis (contoh: bakteri baik/tidak berbahaya). Sedangkan pertahanan tubuh oleh sel darah putih dilakukan dengan lima jenis sel darah putih yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, monosit, dan limfosit.
Ketika sistem imun bekerja, maka ia akan memberikan respon imun. Respon imun dapat berupa respon imun non-spesifik (seperti inflamasi dan fagositosis) dan respon imun spesifik (diperantarai oleh antibodi atau sel).
Penyakit juga dapat dicegah dengan imunisasi buatan. Imunisasi dapat dilakukan dengan meningkatkan kekebalan tubuh dan vaksinasi. Antibiotik juga dapat digunakan untuk membunuh mikroorganisme merugikan.
Share:

Tuesday, 7 February 2017

RANGKUMAN BIOLOGI KELAS XI SEMESTER 1



Materi Biologi SMA Kelas XI IPA Semester 1 | Rangkuman Terlengkap Sejarah dan Pengertian dari Sel.


Sejarah Penemuan Sel Menurut Para Ahli, Berikut adalah para tokoh ilmuan yang telah berhasil mempelajari tentang sel.

1. ROBERT HOOKE



Teori = Merupakan penemu sel, setelah mengamati sayatan gabus kering.

Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Kata sel berasal dari katabahasa Latin cellula yang berarti rongga/ruangan. Pada tahun 1835, sebelum teori Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. 

2)  Scheilden & Schwann 



   Teori  = Sel merupakan kesatuan struktural


Scheiden & Schwan adalah tokoh ilmuan yang telah berjasa dalam dunia mikrobiologi, dengan teori sel merupakan suatu kesatuan struktural (berdasarkan bentuk). Scheilden mengamati sel pada tumbuhan danSchwann mengamati sel pada hewan.
  berikut adalah hasil pengamatannya:
Sel Hewan
1. tidak memiliki dinding sel
2. tidak memiliki plastida
3. memiliki lisosom
4. memiliki sentrosom
5. timbunan zat berupa lemak dan glikogen
6. bentuk tidak tetap
7. pada hewan tertentu memiliki vakuola, ukuran kecil, sedikit
Sel Tumbuhan
1. memiliki dinding sel dan membran sel
2. umumnya memiliki plastida
3. tidak memiliki lisosom
4. tidak memiliki sentrosom
5. timbunan zat berupa pati
6. bentuk tetap
7. memiliki vakuola ukuran besar, banyak

3)  Max Schultze



Teori = Sel merupakan kesauan fungsional


Namanya sangat dikenal karena karyanya pada teori sel. Dengan menggabungkan teori Felix Dujardindari konsep “sarcode” pada binatang dengan Hugo von Mohl dengan protoplasma pada sayuran, ia menyatukan keduanya, dan dua hal itu termasuk di bawah nama umum protoplasma, mendefinisikan sel sebagai nucleated massa dari protoplasma dengan atau tanpa sel-dinding (Das Protoplasma der Rhizopoden und der Pflanzenzellen; ein Beiträg zur Theorie der Zelle,1863).


4)  Rudholf Virchow 



 Teori = Sel merupakan kesatuan pertumbuhan(omne cellulae e cellula)


Virchow berperan dalam banyak penemuan penting. Meskipun dia dan Theodor Schwann tidak disebutkan bersamaan, dia paling banyak diketahui karena theorinya tentang sel. Ia adalah orang pertama yang menemukan sel-sel leukemia. Dia adalah orang pertama yang menerima dan menjiplak hasil kerja Robert Remak yang memnyatakan asalu usul sel adalah pembagian unsur sebelumnya. Teori ini ia tuangkan dalam epigram Omnis cellula e cellula (“setiap sel berasal dari sel sebelumnya”) yang dipublikasikan tahun 1858. (epigram ini sebenarnya ditemukan François-Vincent Raspail tapi dipopulerkan oleh Virchow). Ini adalah penolakan terhadap konsep generasi spontan (spontaneous generation), yang menyatakan organisme berasal dari benda mati. 

5)  Thomas huxley 



 Teori = Sel merupakan kesatuan fisik kimia

6) Watson and Crick      



Teori  = Sel merupakan kesatuan hereditas

7)  Robert Brown



   Teori  = Pada sel terdapat inti sel ( Nukleus ) 


adalah botanis Skotlandia yang memberikan sumbangan penting terhadap botani melalui penemuan inti sel dan aliran sitoplasma, pengamatan pertama dari Gerakan Brown, penelitian awal terhadap penyerbukan dan pembuahan tumbuhan. Brown juga salah satu yang pertama mengenali perbedaan mendasar antara tumbuhan gimnosperma dan angiosperma, dan melakukan studi awal palinologi. Dia juga memberikan banyak sumbangan terhadap taksonomi tumbuhan, termasuk penggolongan sejumlah familia tumbuhan yang masih diterima saat ini, dan banyak marga dan spesies tumbuhan Australia, hasil penjelajahannya beserta Matthew Flinders

8)  Felix Dujardin



   
adalah seorang ahli biologi Perancis lahir di Tours. Ia diingat untuk penelitian tentang protozoa dan invertebrata lainnya.
Pada tahun 1840 ia diangkat sebagai profesor geologi dan mineralogi di Universitas Toulouse, dan selama tahun berikutnya adalah seorang profesor zoologi dan botani di
Rennes. Kemudian dalam karirnya ia menjadi anggota Académie des Prancis ilmu.

Mengenai latar belakang pendidikan.
Dujardin dikenal karena karyanya dengan kehidupan binatang mikroskopis, dan pada tahun 1834 mengusulkan bahwa kelompok baru organisme bersel satu disebut Rhizopoda; berarti "akar-kaki". Nama itu kemudian diubah menjadi Protozoa. Selain itu Dalam Foraminifera, ternyata dia menemukan sebuah kehidupan formless substansi yang dinamakannya "sarcode"; yang kemudian diganti oleh protoplasma oleh Hugo von Mohl, protoplasma itulah yang dia anggap bagian terpenting dalam sel.


B. Pengertian Sel dan bagian bagiannya

Sel adalah bagian-bagian yang menyusun tubuh. Sel itu mempunyai komponen kimia yang pastinya penting-penting dan dibutuhin tubuh kita. Dalam tubuh kita ada banyak sekali sel.  Sel itu mempunyai tugas masing masing yang berbeda-beda. Semua sel dalam tubuh kita bekerja sama untuk membangun kualitas tubuh kita masing-masing.
Senyawa kimia penyusun sel disebut protoplasma.
Komponen-komponen yang menyusun sel antara lain air, elektrolit, protein, lemak dan karbohidrat.

Berikut adalah penjelasan dari komponen-komponen di atas :

1. Air
Air di dalam tubuh kira-kira terdapat dalam konsentrasi 70% – 85%.
Zat-zat atau vitamin-vitamin yang dapat melarutkan air diantaranya adalah vitamin B dan vitamin C.

2. Elektrolit
Elektrolit merupakan salah satu yang penting dalam sel karena memiliki beberapa unsure yang juga penting yaitu kalium, magnesium, fosfat, bikarbonat, natrium, klorida, dan kalsium.

3. Protein
Protein merupakan komponen kimia penyusun sel yang jumlahnya paling banyak. Protein juga tersusun dari beberapa unsure. Unsure-unsur tersebut adalah atom atom C,  H,  O,  dan  N. di dalam protein megandung sekumpulan asam amino.
1 gram protein = 4,1 kalori .
Zat-zat atau vitamin yang dapat melarutkan lemak diantaranya adalah vitamin A, D, E dan vitamin K.

4. Lemak
Lemak tersusun atas atom atom C,  H,  dan  O. di dalam lemak mengandung asam lemak dan gliserol.
1 gram lemak = 9,2 kalori
5. Karbohidrat
Karbohidrat tersusun atas atom atom C,  H,  dan O. jadi atom yang menyusun karbohidrat sama dengan atom yang menyusun lemak. Karbohidrat dibagi menjadi 3 macam :
a. Polisakarida = berfungsi sebagai sumber energy cadangan dan merupakan komponen penyusun permukaan luar membrane sel. Yang dimaksud polisakarida adalah tersusun atas banyak unit. Yang termasuk polisakarida yaitu diantaranya amilum dan selulosa.

b. Disakarida = yang termasuk disakarida diantaranya maltose dan sukrosa.

c. Monosakarida = yang termasuk dalam monosakari da diantaranya glukosa (terkandugn dalam tumbuh-tumbuhan), fruktosa (terkandung dalam buah-buahan), dan laktosa (terkandung di dalam susu).
Karbohidrat yang berikatan dengan protein dinamakan glikoprotein.
Karbohidrat yang berikatan dengan lemak dinamakan glikolipid.
Apabila dalam tubuh terdapat kelebihan karbohidrat maka kelebihan karbohidrat tersebut akan disimpan dalam otot yang dapat disebut juga gula otot atau glikogen.
Teori-Teori  tentang  Sel :
1.Robert Hooke
Ruangan kosong yang berdinding.

2.Schleiden Schwan
Makhluk hidup tersusun atas sel-sel ( unit struktur makhluk hidup)

3.Felix Dujardin
Bagian yang terkecil dari sel adalah cairan sel / isi sel.

4.Johanes Purkinje
Isi sel yang hidup dinamai protoplasma.

5.Max Shlutze
Protoplasma merupakan struktur dasar kehidupan.

6.Ruddf Virchow
Setiap sel berasal dari sel sebelumnya.

7.Strasburger
Inti sel yang berasal dari inti sebelumnya melalui pembelahan sel.

8.Bernard
Inti sel mengatur seluruh aktivitas sel.

Organela – organela Sel :
1. Nucleus fungsi
– Mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel
–    Memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein-    Sebagai tempat sintesis ribosom
–    Tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA
–    Mengatur kapan dan dimana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan dan diakhiri

2. Nukleolus fungsi
–          Mensintesis berbagai macam molekul RNA yang digunakan dalam perakitan ribosom
–          Digunakan untuk sintesis protein

3. Ribosom, fungsi
–       Tempat sintesis protein dari asam amino

4. Reticulum Endoplasma, fungsi
–          Tempat perlekatan ribosom
–          Memperkaya senyawa protein hasil sintesis ribosom yang melekat di permukaan membrannya
–          Transport zat dalam sel menghubungkan nucleus dengan ruang sel

5. Mitokondria, fungsi
–          Penghasil energy karena terlibat dalam proses respirasi sel
–          Pembangkit tenaga

6. Lisosom, fungsi
–          Organ pencerna intraseluler

7. Sentrosom/ Sentriol, fungsi
–          Memegang peranan penting dalam pembelahan sel

8. Badan Golgi, fungsi
–          Ekskresi sel
–          Pembentukan dinding sel
–          Pembentukan lisosom

9. Badan Mikro, fungsi
–          Sebagai proteksi sel terhadap sifat toksin yang tinggi dari oksigen

10. Sitoskeleton, fungsi
–          Memberikan kekuatan mekanik pada sel
–          Menjaga kerangka sel
–          Membantu gerakan substansi satu bagian sel ke bagian yang lain

11. Mikrotubulus, fungsi
–          Mengarahkan gerakan komponen-komponen sel
–          Mempertahankan bentuk sel
–          Membantu pembelahan sel secara mitosis

12. Plastida, fungsi
–          Mensintesis lemak, protein dan pati
–          Menghasilkan warna sel tumbuhan

13. Plasmodesmata, fungsi
–          Menjadi pintu masuk keluarnya zat
–          Meneruskan rangsang dari sel satu ke sel berikutnya

14. Vakuola, fungsi
–          Memelihara tekanan osmotic sel
–          Penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol
–          Mengadakan sirkulasi zat dalam sel

15. Membran Sel, fungsi
–          Sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah
–          Menerima rangsang (pada hewan)

16. Dinding Sel, fungsi
–          Sebagai pelindung berbagai komponen di dalam sel
–          Pemberi bentuk sel
–          Pemberi sokongan bagi tumbuhan berkayu maupun tidak berkayu

Penjelasan organela-organela sel :
1. Nucleus
Nucleus itu punya diameter sekitar 5 mikrometer.
Yang membentuk inti sel ( nucleus ):
Membrane inti
2. Nukleoplasma
Benang kromatin (gen)
Nukleolus
Jadi bagian-bagian nucleus :
–  Membrane nucleus (karioteka) : Sebagai pembungkus dan pelindung nucleus
–  Matriks (nukleoplasma)
–  Anak nucleus (nukleoplasma)
Bagian ini untuk menyintesis RNA
Kromatin yang memendek atau menebal disebut kromosom
Reticulum Endoplasma
Dibagi menjadi :
–  RE kasar
Bagian ini terdapat ribosom di dalamnya
–  RE halus
Kalau di bagian ini tidak terdapat ribosom di dalamnya

3. Lisosom
Di dalam lisosom ini terdapat enzim yang disebut enzim lisosim.  Sel dapat mengalami autolysis atau disebut juga sel bunuh diri yaitu sel yang dapat hancur dengan sendirinya karena fungsi tertentu, contohnya cebong dan jari embrio . lisosom menghasilkan benang-benang pembelahan. Lisosom dihasilkan oleh badan golgi. Dalam suatu sel jika tidak terdapat lisosom fungsinya dapat digantikan oleh vakuola.

4. Badan mikro
Badan mikro itu menghasilkan enzim yang bernama enzim katalase atau bias juga disebut enzim lactase yang dapat menawarkan hydrogen peroksida (racun).
Badan mikro dibagi menjadi :
Peroksisom = fungsi metabolisme lemak menjadi karbohidrat, menawarkan racun.
Glioksisom = terdapat enzim yang dapat mengubah lemak menjadi gula.
Sitoskeleton
Merupakan rangka sel yang di dalamnya terdapat 3 elemen :
Mikrotubula
Mikrofilamen
Filament antara
Mikrotubulus
– Hubungan mikrotubulus dengan sentrosom yaitu sentrosom tersusun atau terbentuk atas beberapa mikrotubulus.
– sentrosom/sentriol terdapat pada sel tumbuhan
– mikrotubulus terdapat pada sel hewan.
Plastida terdiri dari
1. Kloroplas (hijau) mengandung klorofil A berwarna hijau biru ,B berwarna hijau kuning ,C berwarna hijau coklat,D berwarna hijau merah.
2. Kromoplas terdiri dari karoten (jingga) pada wortel dan xantofil (kuning) pada mahkota bunga.
3. Leukoplas terdiri dari tdk berwarna a.amiloplas mengandung tepung b. elailoplas mengandung minyak, c. aleuroplas mengandung protein.
–  Struktur plastid terdiri dari stroma (terjadi reaksi gelap), grana (terjadi reaksi terang), tilakoid.
Elailoplas plastida yg tidak berwarna, berfungsi untuk menyimpan hasil fotosintesis (lemak. Tepung. Minyak, dll).
Plastida adalah suatu organel sel yang hanya terdapat pada sel tumbuhan.
Plasmodesmata merupakan cairan yang menghubungkan antara sel yang satu dengan sel yang lainnya.
– Hanya terdapat di sel tumbuhan.
– Plasmodesmata adalah plasma yang terdapat pada noktah.
– Noktah adalah dinding sel yang tidak mengalami perubahan.

Vakuola yang terdapat pada sel hewan
A. vakuola kontraktil (vakuola berdenyut) menjaga tekanan osmotic sitoplasma.
B. vakuola nonkontraktil (tdk berdenyut) mencerna makanan (vakuola makanan).
– Sel tumbuhan memiliki vakuola tengah berukuran besar dan dikelilingi oleh membrane tonoplas yang berfungsi membangun turgor (ketegangan) sel, mengandung pigmen antosianin, mengandung enzim hidrolitik yang dapat menjadi lisosom saat sel masih hidup, tempat penimbunan sisa metabolism, tempat penyimpanan cadangan makanan bagi sitoplasma.
– Alkaloid (bahan pemikat) tein daun the kafein kopi teobromin coklat nikotin ganja kokain koka.
– Vakuola hanya dimiliki hewan bersel satu (amoeba).
Membrane sel terdiri dari :
– glikolipid
– glikoprotein
– polar
– fosfolipid
– protein integral
– protein perifer.
> Hidrofilik artinya mengikat air (polar dan protein perifer)
> Hidrofobik artinya tidak mengikat air/ menolak air (nonpolar dan protein integral) atau biasa disebut selektif permiabel.
Kekutuban badan golgi
1. Kutub bawah (dekat dengn RE) disebut forming face (vesicular dan cysternae)
2. Kutub atas disebut maturing face ( vacuola).
– Komponen badan golgi antara lain cysternae,vesicular,vacuola.
-Vesicular berisi enzim.
-Cysternae disebut juga kantung berlapis2.
Transport zat lewat membrane sel berlangsung melalui
1. Difusi dibagi menjadi difusi sederhana zat bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.
2.Difusi terbantu (terfasilitasi) zat masuk dibawa oleh protein pembawa (carier).
3.Osmosis zat bergerak dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi degan melalui membrane selektif permiabel.
– Difusi dan osmosis disebut juga transport pasif.
4.Transport aktif zat masuk atau keluar dari sel dengan digerakkan ole energy ATP. 5.Endositosis dibagi fagositosis (zat padat) pinositosis (zat cair).
6.Eksositosis. Yang memengaruhi terjadinya difusi
a. konsentrasi zat
b. suhu.
* Osomosis terbagi menjadi 3 macam
a. plasmolisis adalah sel kekurangan cairan karena cairan sel keluar menuju lingkungann yang konsentrasinya tinggi.
b. Lisis adalah dinding sel atau membrane sel pecah akibat peristiwa plasmolisis.
c. Krenasi adalah sel mengkerut.

Sebagai tambahan berikut ini adalah Perbedaan dari sel tumbuhan dan sel Hewan.


1. Sel Hewan :
* tidak memiliki dinding sel
* tidak memiliki butir plastida
* bentuk tidak tetap karena hanya memiliki membran sel yang keadaannya tidak kaku
* jumlah mitokondria relatif banyak
* vakuolanya banyak dengan ukuran yang relatif kecil
* sentrosom dan sentriol tampak jelas

2. Sel Tumbuhan* memiliki dinding sel
* memiliki butir plastida
* bentuk tetap karena memiliki dinding sel yang terbuat dari cellulosa
* jumlah mitokondria relatif sedikit karena fungsinya dibantu oleh butir plastida
* vakuola sedikit tapi ukurannya besar
* sentrosom dan sentriolnya tidak jelas
Share:

Labels